Lebih dari Sekadar Pijat: Cerita di Balik 1.000+ Pasien yang Pulih Bersama Sriwijaya MCO Palembang

,

.

.

Lebih dari Sekadar Pijat: Cerita di Balik 1.000+ Pasien yang Pulih Bersama Sriwijaya MCO Palembang

Halo, warga Palembang!

Jika Anda sedang membaca tulisan ini, besar kemungkinan Anda sedang merasakan nyeri yang tidak nyaman—entah itu karena salah urat setelah main badminton, pinggang yang rasanya mau patah karena terlalu lama duduk, atau cedera lama yang sering kambuh dan tak kunjung sembuh. Kami di Sriwijaya MCO (Massage Cedera Olahraga) sangat memahami rasanya. Rasanya bukan cuma sakit di fisik, tapi juga menyiksa karena kita jadi terbatas dalam melakukan hobi atau pekerjaan sehari-hari.

Perjalanan Menuju 1.000 Senyuman

Kami memulai Sriwijaya MCO dengan satu niat sederhana: membantu orang kembali bergerak tanpa rasa sakit.

Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat Palembang dan sekitarnya luar biasa. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 pasien telah mempercayakan pemulihannya kepada kami. Kami sudah bertemu dengan berbagai macam cerita:

  • Pemain bola yang sempat putus asa karena cedera hamstring atau engkel (keseleo) yang tidak kunjung membaik.
  • Bapak dan Ibu yang setiap harinya tersiksa karena syaraf terjepit (HNP) atau nyeri sciatica yang menjalar sampai ke kaki.

  • Pekerja kantoran yang mengalami sakit pinggang menahun.

  • Hingga hobiis tenis atau gym yang terkena cedera elbow.

 

Mengapa Harus ke Sriwijaya MCO?

Mungkin Anda bertanya, “Apa bedanya dengan urut tradisional biasa?”

Di Sriwijaya MCO, kami tidak asal “tekan”. Kami menggunakan metode Massage Cedera Olahraga yang berbasis pada pengetahuan anatomi tubuh. Kami memahami mana otot yang perlu direlaksasi dan mana sendi yang perlu direposisi.

Setiap pasien adalah cerita yang berbeda. Penanganan untuk sakit pinggang tentu tidak akan sama dengan penanganan cedera hamstring. Kami mendengarkan keluhan Anda, mengecek sumber sakitnya, baru kemudian melakukan tindakan yang terukur dan aman.

Kami Ingin Anda Kembali “Merdeka” dari Rasa Sakit

Melihat pasien yang tadinya datang dengan tertatih-tatih, lalu pulang dengan langkah yang lebih ringan dan senyum lebar, itulah “bahan bakar” kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

Bagi kami, kesuksesan bukan hanya tentang angka 1.000 pasien, tapi tentang bagaimana 1.000 orang tersebut bisa kembali berolahraga, kembali bekerja, dan kembali menggendong anak-cucu mereka tanpa rintihan nyeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *