Pertanyaan mengenai aman atau tidaknya mengurut bagian tubuh yang cedera sering kali menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Di satu sisi, pijat atau urut telah menjadi budaya turun-temurun untuk mengatasi segala jenis keluhan fisik, namun di sisi lain, banyak kasus cedera yang justru bertambah parah setelah dibawa ke tukang urut tradisional. Keamanan urut cedera sebenarnya sangat bergantung pada siapa yang melakukan penanganan dan metode apa yang digunakan. Seorang terapis profesional tidak akan melakukan tindakan sebelum memahami jenis cedera yang dialami, karena penanganan pada fase akut sangat berbeda dengan penanganan pada fase pemulihan.
Keamanan dalam menangani cedera otot atau sendi terletak pada prinsip dasar bahwa terapis tidak boleh menambah kerusakan pada jaringan yang sudah terluka. Pada fase akut, yaitu 24 hingga 48 jam pertama setelah cedera, area yang terdampak biasanya mengalami peradangan hebat yang ditandai dengan bengkak dan kemerahan. Melakukan urut dengan tekanan keras pada area yang sedang meradang sangatlah berbahaya karena dapat memicu pecahnya pembuluh darah kecil dan memperparah robekan jaringan. Terapis yang berkompeten memahami bahwa pada tahap ini, manipulasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sering kali fokus pada area di sekitar cedera untuk membantu drainase cairan, bukan langsung menghantam titik nyeri utama.

Selain masalah waktu penanganan, aspek keamanan juga ditentukan oleh pengetahuan anatomi. Kesalahan yang sering terjadi pada urut tradisional yang tidak berdasar medis adalah pemaksaan reposisi sendi atau penarikan otot tanpa mengendurkan ketegangan di sekitarnya terlebih dahulu. Hal inilah yang sering menyebabkan trauma sekunder. Di klinik spesialis seperti Sriwijaya MCO, keamanan menjadi prioritas melalui penggunaan teknik manipulasi jaringan lunak yang terukur. Tujuannya adalah untuk mengurai spasme atau kekakuan otot yang menjepit pembuluh darah dan saraf, sehingga secara alami tubuh akan lebih mudah melakukan perbaikan mandiri tanpa ada paksaan mekanis yang berisiko.
Kesimpulannya, urut cedera bisa menjadi sangat aman dan bermanfaat jika dilakukan oleh tangan yang ahli dan memahami prosedur medis olahraga. Keamanan bukan hanya tentang hilangnya rasa sakit secara instan, melainkan tentang bagaimana fungsi gerak kembali normal tanpa meninggalkan komplikasi di masa depan. Bagi para atlet maupun masyarakat umum, sangat penting untuk bersikap kritis dan memilih terapis yang memiliki latar belakang pengetahuan tentang mekanika tubuh. Dengan penanganan yang tepat dan edukasi yang jelas dari terapis, proses urut bukan lagi menjadi hal yang mengkhawatirkan, melainkan menjadi bagian krusial dari perjalanan pemulihan fisik yang sehat.








Leave a Reply